JULIA ROBERTS DAN PARIWISATA PULAU BALI

Selasa, 17 November 2009 19 komentar

Ini hanya ketak – ketik jari - Jemari tanganku pengisi waktu senggang saja. Siapa tahu penerawangan bathinku menjadi kenyataan nantinya, Ha….ha….aku bukan dukun , juga bukan peramal kaya Mama Lorent yang jago melihat masa depan, juga bukan Romi Rafael atau Dody Cobuzer sang hipnotis yang pandai menebak apa yang akan terjadi.

Ya siapa tahu ada benarnya …..khan agak sedikit – sedikit bangga gito loh..bisa cerita sana – sini, (prek..ah,…Sepur ki lagi iso nulis wae gaya ). Apa lagi kalo tulisanku ini bener – bener jadi kenyataan , wow…. bisa jadi terkenal kaya Mama Lorent atawa Mas Romy dan Mas Dedy …. Dodi apa Dedy Cobuzer. Keren dunk!!, Banyak yang minta diramal…..hayo…siapa mau diramal, Ketik Reg spasi Sepur kirim ke………..( oalah wis…wis…malah nglindur ora karuwan).

Ceritanya begini….!!
Semua pasti udah pada denger nih, kebangeten kalo sampai gak ngerti .Si Cantik Bintang Film Hollywood Julia Roberts, Bintang top markotop Dunia peraih Piala Oscar sedang di Bali. Dia itu lagi Syuting man..!! Syuting bukan liburan…!! Sebagai Pemeran Utama dalam Film yang berjudul EAT, PRAY , LOVE. Film ini digarap berdasar Novel yang sangat laris di dunia Karya Elizabeth Gilbert dengan setting Bali.

Lalu apa hubunganya dengan Pariwisata Bali ??
Julia Robert, dia yang artis Hollywood, Bintang Top, peraih Oscar, dia sedang bekerja membuat film dengan Setting Bali, keindahan alam dan pantainya, keindahan bangunan ibadahnya , Budayanya, tarianya , nikmatnya makanannya, keramahan – tamahan penduduknya…….akan diputar dan dilihat oleh orang seluruh penjuru dunia di gedung – gedung bioskop. Artinya dengan hadirnya Julia Roberts Syuting di Bali ini promosi gratis …..sekali lagi promosi gratis kang, mbak...mas..yu....pak..bu.....bos...!!! Promosi pariwisata Pulau Bali ke seluruh antero dunia......ya toh……betul tidak??!!

Saya dapet bocoran dari Negeri Jiran yang suka ngaku – aku milik kita …benci deh…, waktu ngerayu Hollywood untuk bisa membuat film dengan Setting Menara Kembar sebagai sebagai latar belakang dalam Film Entrapment , yang dibintangi artis Catherine Zeta-Jones dan aktor Sean Connery itu membutuhkan dana yang sangat besar, padahal gedung tersebut hanya nampak dalam film itu beberapa kilas saja. Dampaknya cukup luar biasa menggenjot turis masuk ke Malaysia, katanya….??!!

Pengalaman dari Negara Selandia Baru kebanjiran wisatawan setelah film dengan judul Lord of The Rings, dibuat di negeri tersebut. Pariwisata negeri Selandia Baru bak panen raya setelah diputarnya film tersebut di seluruh penjuru dunia, katanya juga…???!!!

Kini Pulau Bali sedang dalam proses promosi, Julia Roberts dengan kru nya masih bekerja menyelesaikan film terbarunya. Sudah selayaknya kita ucapkan terima kasih atas berkenannya mereka membuat film dengan lokasi Pulau Bali yang kita cintai.Belum tentu pemerintah kita mampu untuk mendanai dan punya pemikiran mempromosikan Pulau Bali dengan Aktris Hollywood sekelas Julia Roberts. Mana mampu membiayai …….??? ( sstttt…. jangan bilang – bilang masih banyak koruptor di negeri ini hii…hii )

Tinggal bagaimana kita mensikapi hal ini, semua terserah kita to…!!.
Pulau Bali khususnya dan Indonesia “Cancut Taliwondo” bersiap – siap menyambut kedatangan ribuan wisatawan luar negeri hasil promosi Gratis –tis Film EAT, PRAY , LOVE nya Julia Roberts.

Saya hanya bisa mengira-ira saja lho mas,dan tidak sehebat tukang ramal terkenal.Kalau ada benarnya itu hanya semata – mata kebetulan, kalau ada salahnya ya……mohon dimaafkan,ya...ya..!! tukang ramal profesional saja kadang salah ya nggak….??!! Apalagi saya ....!!!!
Wassalam

Read more ....

Kasih Ayah dan Bunda

Senin, 09 November 2009 13 komentar

Suatu kenyataan dan realita kalau kita mau jujur dan mengakuinya , dalam memori kehidupan yang telah kita lewati dan yang sedang kita jalani sekarang ini. kita semua pasti merasakan betapa besar dan tulusnya kasih sayang kedua orang tua kepada kita.

Bunda dan Ayah kita yang dengan tulus dan ihklas telah merawat dan mendidik, berusaha menafkahi anak - anaknya dengan membanting tulang dan bekerja tak kenal lelah, berangkat pagi pulang petang tidak menghiraukan panas dan hujan, ayah dan bunda kita tetap tegar tidak kenal menyerah demi kebahagian buah hati tercinta.

Do’a dari Ayah dan Bunda pun selalu menyertai kita, mereka panjatkan setiap langkah perjalanan buah hatinya, ketika sekolah, ketika ujian, ketika bekerja dan kegiatan – kegiatan lainnya, sudah tak terhitung lagi rangkaian do’a yang mereka berdua panjatkan pada Illahi Robbi Yang Pengasih dan Maha Penyanyang.

Terkadang perintah dan nasehat Ayah dan Bunda, kita abaikan dan tidak kita hiraukan, bahkan dalam hati kita menganggap Ayah dan Bunda kita kolot, tidak pengertian, tidak tau perkembangan jaman. Padahal mereka berdua memerintah dan menasehati agar kita tidak terlena dan terjebak oleh keadaan dan situasi yang belum tentu kita memahaminya, sedangkan mereka sudah merasakan manis dan pahitnya kehidupanan.

Ketika kita diperintahkan untuk selalu sholat lima waktu kita mengabaikannya, ketika dinasehati untuk selalu belajar dengan rajin kita juga mengabaikannya, ketika dinasehati untuk berhemat kita juga mengabaikkan nasehatnya. Bahkan ada anak yang dinasehati kedua orang tuanya berakhir dengan tindakan kurang terpuji dari si anak kepada orang tuanya.

Padahal semua nasehat dan perintah yang beliau lakukan adalah wujud kasih dan sayang kepada kita, namun kita tidak menyadarinya. Dari semua apa yang telah mereka berikan
Tidak sedikitpun didalam hatinya megharapkan balasan., tidak sedikitpun.

Kalau tidak percaya tanyakan padanya apakah Ayah dan Bunda kita minta balasan atas jerih payahnya membesarkan dan mendidik kita. Mereka berdua sudah sangat senang sekali jika anaknya berprestasi disekolah, mereka senang anaknya berhasil menenpuh pendidikannya, mereka berbangga hati dan sangat bahagia jika buah hatinya sukses dalam kehidupannya.

Semoga kita semua bisa menjadi anak yang bisa membahagiakan Ayah dan Bunda.

Read more ....

MANFAAT TUMBUHAN KEJI BELING DAN KUMIS KUCING

Senin, 02 November 2009 9 komentar

Pengalamanku ini hanya untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan buat kita semua, mungkin ada keluarga, kerabat , tetangga ataupun kawan yang menderita penyakit Kencing Batu. Tulisan ini bisa bermanfaat setelah membaca pengalamanku mengobati penyakit saudaraku dengan meminum ramuan tumbuh – tumbuhan yang ada di sekitar kita. Selain manjur dan tidak ada efek samping bagi kesehatan juga tidak tidak perlu mengeluarkan biaya yang tinggi, karena berbahan dasar alami yang bahannya bisa kita cari di sekitar kita.

Kejadian ini terjadi kurang lebih enam bulan yang lalu, ketika itu Abang / Mas Iparku menderita sakit tidak bisa kencing, sudah tiga hari ia menderita penyakit ini ketika ia menelponku. Aku pun langsung bergegas menuju rumahnya melihat keadaanya.
Sesampai dirumahnya kulihat Mas Iparku sedang berbaring di kamar tidurnya. Sesekali merintih dan menggeliat – geliat, pinggang dipegangnya serta meringis kesakitan dan rasanya pingin kencing katanya , ia pun berdiri dan segera menuju kamar mandi, namun setelah beberapa lama di kamar mandi ia air kencingpun tidak mau keluar, Mas Iparku keluar sambil menahan rasa sakitnya, begitu beberapa kali bolak – balik kamar mandi. Beberapa menit kemudian rasa sakit hilang lagi, beberapa menit kemudian timbul lagi.

Aku tanyakan sudah berapa lama kira – kira sering sakit pinggang ini ia rasakan , dan kutanya bagaimana ketika kerja apakah jarang minum. Mas Iparku pun enceritakannya.
Ia memang sering menahan kencing dan menunda minum, maklum sebagai sopir ia dituntut tepat waktu mengantarkan barang ke tempat pelanggannya. Baru setelah sampai di tujuan ia langsung ke toilet dan mencari minum di warung. Dalam hati aku mengira ini pasti sakit Kencing Batu.

Pagi itu langsung aku ajak Mas Iparku memeriksakan penyakitnya ke Rumah Sakit. Setelah sampai di rumah sakit aku daftar ke dokter Spesialis Penyakit Dalam. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya giliran Mas Iparku dipersilakan masuk, setelah ditanya dan diperiksa, kemudian USG, dan Photo Ronxent untuk mengetahui penyakitnya. Dari hasil USG dan Ronxent, positip Mas Iparku Sakit Kencing Batu. Dan dokter pun menyarankan untuk operasi mengambil batu ginjal tersebut, karena sudah terjadi pengkristalan, dan perkiraan biayanya untuk operasi tersebut kurang lebih Rp. 7 Juta.

Akupun berbasa – basi dengan dokter tersebut, dan akan mencoba obat tradisional dulu, sambil mengumpulkan biaya untuk operasi jika tidak ada perkembangan. Dokter pun tidak melarang dan mempersilahkan kemauanku, kemudian aku pun mohon pamit pada dokter tersebut..

Sepulang dari rumah sakit aku langsung mengatakan pada Mas Iparku kita coba dulu dengan resep tradisional dari Bapakku, karena aku ingat waktu di desa dulu bapak sering membuatkan ramuan obat – obatan tradisional diantaranya untul penyakit Kencing Batu Akupun menghubungi Bapak yang ada di kampung dan menanyakan ramuan untuk penyakit Kencing Batu tersebut, resepnya yaitu daun Keji Beling dan dan daun Kumis Kucing.
Malam itu juga aku mencari kedua tanaman tersebut, dan Alhamdulillah bisa kudapatkan setelah mencari informasi kesana kemari. Cukup banyak kudapatkan daun Keji Belingnya saya perkirakan bisa cukup untuk satu minggu, sedang kumis kucing hanya ada sedikit, paling cukup untuk ramuan tiga hari. Oke deh yang penting sudah dapat nanti bisa cari lagi.

Resepnya ramuan tradisional tersebut sebagai berikut :

Daun Keji Beling 15 lembar.
Daun Kumis Kucing 15 Lembar
Air putih 3 gelas,
Rebus dalam kuali tanah / kaca tahan panas / keramik, kurang lebih 15 menit..
(disarankan untuk tidak memakai peralatan berbahan logam)
Minum 1 gelas untuk pagi, siang dan sore.

Inilah tumbuhan - tumbuhan berkhasiat tersebut dan sekarang saya pun menanamnya di teras rumab.

Foto Daun KEJI BELING



Foto Daun Kumis Kucing




Dengan minum obat penahan rasa sakit dari dokter dan dibarengi dengan minum ramuan tradisonal dengan tekun pagi , siang dan sore, satu minggu kemudian Mas Iparku mengeluarkan air kencing dengan warna yang sangat keruh sekali, dengan menahan rasa sakit ia mencoba mengambil air kencing yang mengucur dengan tangannya. Terasa ada serbuk – serbuk halus dirasakan ditangannya. Ia pun tidak lantas mencuci tangannya, penasaran dengan yang dirasakan tangannya iapun mengamatinya ke halaman. Baru yakin setelah diamati serbuk – serbuk halus putih menempel ditangannya. “Alhamdulilllah , semoga sudah hancur batu kencingku , sudah agak enak rasanya tidak seperti tadi sebelum kencing” katanya dalam hati bersyukur. Beberapa kali kencing pada hari itu masih berwarna keruh, baru sore hari sudah kembali normal warnanya. Sejak itulah Mas Iparku tidak merasakan lagi sakit ketika kencing.

Untuk menjaga agar tidak lagi mengalami penyakit tersebut aku sarankan untuk minum air yang banyak waktu kerja dan sesekali untuk membuat ramuan tersebut sebagai pencegahan agar tidak lagi terjadi pengkristalan batu di saluran kencing.

Semoga pengalaman dan tulisan ini bermanfaat, dan menggugah kita untuk menanam tanaman apotik hidup yang kaya manfaat, murah, dan ikut melestarikan ramuan tradisional yang ternyata manjur untuk mengobati penyakit.

Read more ....

FALSAFAH HIDUP "OJO CEDHAK KEBO GUPAK"

Kamis, 15 Oktober 2009 25 komentar

“ Ojo cedak kebo gupak “mungkin falsafah ini sudah jarang didengar dan tidak dianggap lagi oleh orang – orang jaman sekarang.Padahal para sesepuh dan para cendekia pada jaman dulu mewariskan falsafah ini dengan kata – kata sanepan ( kiasan ) yang sangat halus dan sarat makna. Kita diibaratkan hewan atau kerbau, makna yang terkandung adalah manusia jika tidak mau berhati – hati dalam hidupnya dan tidak mengendalikan hawa nafsunya sama saja kita ini dengan mahkluk yang namanya hewan.

Ojo cedhak kebo gupak adalah falsafah jawa yang artinya secara bahasa “Jangan dekat kerbau kotor”, ini sebuah falsafah yang mengajarkan kita dalam pergaulan kita sehari - hari Bahwasanya kita harus jeli dan berhati – hati dalam memilih teman, memilih tempat dimana kita tinggal , memilih tempat kita bermain atau tempat kita berkumpul.

Jangan mendekat kerbau kotor, mendekat saja oleh para leluhur kita sudah dilarang, ini adalah upaya preventiv pada diri kita agar hati – hati dan selektif dalam memilih dan menentukan siapa yang bisa dijadikan teman atau karib kita.

Siapa teman – teman kita, baikkah, berandal atau preman, ataukah pencopet ataukah kawan – kawan yang berperilaku baik. Dengan mempunyai teman yang salah ini akan berdampak pada diri kita. Begitu juga bergaul dengan orang baik perilakunya, pengaruh positif akan kita rasakan pada diri kita.

Bergaul dengan kawan yang pemabuk, mungkin awalnya kita bisa menolak ajakan teman kita tersebut, tapi pada suatu saat kita sedang ditimpa persoalan yang seharusnya mendapat sokongan dan dukungan dari teman – teman kita , eeeeee……malah ditawarin minum, biar enjoy katanya . Saat – saat itulah ditengah hati kita lemah, disaat emosi kita labil ajakan teman yang menyesatkan mampu menggoyahkan hati dan iman. Begitu juga kiranya berteman yang tabiatnya tidak baik lainya, yang suka ngiseplah, suka ngepil dan lainnya , sebisa mungkin dihindari.

Banyak berita – berita di media cetak ataupun elektronik yang membeitakan kejahatan – kejahatan akibat tabiat – tabiat buruk tersebut. Tentu ini akan menjadi contoh dan gambaran bahwa salah pergaulan dapat merugikan diri kita.

Ketika di bangku Sekolah Dasar dulu saya masih ingat pelajaran Bahasa Daerah Bahasa Jawa. Masih banyak sekali falsafah – falsafah hidup yang lain, dan saya kira tidak hanya di Jawa, di semua daerah di penjuru Indonesia tentu banyak falsafah – falsafah hidup dan ajaran budi pekerti tinggi dari leluhurnya. Kalau mau kita menggali dan kita pelajari bisa kita jadikan pedoman dan pegangan dalam hidup kita, tentunya seiring dan sejalan serta tidak bertentangan dengan syariat agama yang kita imani.

Read more ....

RAMADHAN AKAN BERLALU

Minggu, 13 September 2009 24 komentar

Kedatanganmu disambut dengan penuh kegembiraan……Selamat Datang Bulan Penuh Rahmat ..........Selamat Datang bulan Penuh Berkah………..Selamat Datang Bulan Penuh Ampunan..........Marhaban Yaa Ramadhan.

Semua menyambutmu, yang tua, yang muda , yang laki – laki yang perempuan . Malam kedatanganmu seakan tak boleh terlewatkan, semua hadir , semua datang , semua – mua tidak mau ketinggalan. Masjidku penuh, mushollaku serasa sempit , surauku terasa sesak, dan aku diantara mereka itu.

Subhanallah……….duduk pun aku harus berhimpit – himpit. Ruang untuk menaruh badan ini terasa tak cukup, banyak diantara yang datang harus rela duduk di teras masjid.

Semua ingin bersamamu, semua menyambutmu.
Aku, dia, mereka , dan kami semua sadar, engkau adalah pemberi seribu pengharapan.
Kau yang akan membawa pada derajat lebih tinggi, Kau yang akan membawa kami pada kebahagiaan abadi.

Ramadhan pertama berlalu, kedua……..ketiga…….terus berlalu.
Seiring waktu yang terus berputar, malam berganti siang dan siang berganti malam. Tiada terasa sepuluh hari kedua telah kautinggalkan, Bulan penuh rahmat begitu cepat, Bulan Penuh Berkah begitu lajunya engkau melangkah, Bulan Penuh Ampunan begitu cepat engkau berjalan.

Ketika tersadar Ramadhan sudah di penghujung bulan, bersiap meninggalkan aku dan semuanya, seiring bergantinya matahari dan rembulan. . Dikeheningan malam kutelusuri hati ini, kumulai membuka lembar demi lembar rangkaian sujud dan mohon ampunku selama ini padaMU, Yaa Illahi Robbi ampuni aku..

Segudang dosa , setumpuk maksiat yang pernah kulakukan, sudahkah terhapuskan.
Lalai dan sengajanya aku melanggar perintah dan laranganMU, sudahkah terampunkan.
Sedih …….menangis ………menyesal waktuku bersama Ramadhan begitu saja terlewatkan. Ramadhan kita semua tinggal berbilang hari, Seandainya bisa kuperpanjang waktumu, ingin engkau selamanya bersamaku. Menjalani hari – hari penuh rahmat, menjalani hari – hari penuh keberkahan, menjalani hari – hari penuh ampunan. Namun aku tak bisa menahan terbitnya matahari, aku tak bisa hentikan datangnya malam.

Ramadhan.
Harus kuhantarkan juga kepergianmu.
Seiring kepergianmu dan datangnya fajar 1 syawal.
Salah dan dosa semoga Allah ampunkan.
Dan kita raih kemenangan

Read more ....

GOTONG ROYONG DAN MANFA'ATNYA

Minggu, 07 Juni 2009 21 komentar

Sudah sejak jaman dulu bangsa kita menjalankan sistem kerja masal “GOTONG ROYONG “ dalam kegiatan – kegiatan pembangunan. Baik pembangunan untuk sarana umum ataupun pembangunan untuk pribadi. Banyak sekali contoh – contoh yang masih bisa kita lihat dan kita saksikan sampai sekarang. Terutama di daerah – daerah pedesaan mereka bekerja secara bergotong royong dalam pembangunan Balai Desa, Masjid, Saluran irigasi, Rumah, Menanam padi dan banyak lagi kegiatan lainnya yang dikerjakan secara bersama – sama tanpa ada imbalan yang mereka terima.

Penduduk desa yang masih sangat kental dengan rasa kekeluargaan dan rasa persaudaraan. Mereka guyub rukun, masih dan terus melaksanakan dan menjalankan budaya dan cara kerja yang sudah sekian ratus tahun terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup mereka. Mereka bahu – membahu saling membantu antar sesama warga desa. Mereka bekerja dengan semangat dan tanpa pamrih , para lelaki bekerja bersama – sama menyelesaikan pembangunan yang direncanakan, sedangkan para ibu membantu di dapur menyiapkan makanan dan minuman untuk para lelaki yang sedang bekerja Gotong Royong.

Selaras sekali kerja Gotong Royong ini, dengan yang dicontohkan dalam kitab suci Al Qur’an terdapat sebuah Surat AN NAML ( Semut ).

Allah s.w.t menyebut binatang Semut ini agar manusia mengambil pelajaran dan hikmah dari kehidupan semut itu. Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang bertingkat – tingakat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan. Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini.Secara tidak langsung Allah mengingatkan agar manusia berusaha mencukupkan kebutuhan sehari – hari, mementingkan kemaslahatan bersama, tidak sombong , mampu berorganisasi dan bekerjasama dengan baik dan tindakan terpuji lainnya.

Gotong Royong sebuah system kerja (Semut ) yang patut untuk kita pertahankan dan kita teruskan pada era sekarang ini. Tidak hanya bagi warga desa saja yang bisa melakukan gotong royong , warga kotapun tentunya harus bisa. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan bagi yang tinggal di perkotaan, membangun poskamling, membersihkan parit, membangun tempat ibadah, menjaga kebersihan dan masih banyak lagi kegiatan yang lainnya. Masalah waktu bisa kita laksanakan pada waktu hari libur ataupun pada hari Minggu.

Foto kegiatan Gotong Royong pembangunan Gedung Serba Guna di Perumahan Bumi Agung Permai - Batuaji - Batam



Ketua RT dan Ketua RW sangat berperanan sekali dalam kegiatan gotong royong dilingkunganya. Merekalah tokoh masyarakat dan motor penggerak kegiatan – kegiatan kemasyarakatan dan kegiatan sosial di mana mereka tinggal. Dan kita semua akan mendapatkan manfa’at lain yang dari kegiatan gotong royong ini. Di antaranya :

1. Pekerjaan selesai dengan cepat tanpa harus mengeluarkan biaya ataupun kas RT/RW, dan jika berupa pembangunan fisik gedung akan sangat menghemat anggaran , karena biaya untuk tenaga kerja berkurang dengan adanya Gotong Royong.

2. Tanpa terasa persaudaraan dan kebersamaan sesama warga semakin erat, yang pejabat kenal dengan tetangga yang pekerja/buruh, yang pedagang kenal dengan yang bekerja sebagai sopir, yang kaya kenal dengan yang miskin, begitu juga sebaliknya.

3. Keamanan lingkungan semakin terjamin, dengan rasa persaudaraan dan kebersamaan serta saling kenal diantara warga tentunya jika ada pendatang baru ataupun ada tamu asing yang mencurigakan tentu warga akan cepat mengetahuinya.

4. Ketentraman dan kedamaian, akan diperoleh jika antar sesama warga saling peduli dan saling membantu dengan sesama warga lainya.

Tentu kita semua berharap bisa hidup dan tinggal di lingkungan yang tentram dan damai. Gotong Royong merupakan salah satu cara yang efektiv dan mudah untuk mencapai keadaan itu, diantara cara – cara yang lain .

Ayo kita giatkan dan kita ikut serta dalam “Gotong Royong” , cara mudah , murah , meriah dan banyak manfa’at !!!

Read more ....

DIALOG DAUN DAN ANGIN

Sabtu, 23 Mei 2009 26 komentar

Terasa sejuk dan semilir angin berembus di bawah pohon rindang ini, enak dan nyaman rasanya walau hanya duduk dan bersandar di akar pohon. Aku jadi terbayang ketika beberapa tahun yang lalu, ketika aku baru membeli rumah yang aku tempati sekarang, waktu itu bukit belakang rumahku masih banyak pohon – pohon yang besar dan tinggi. Suasana pagi hari yang sejuk , suara kicau burung bersahut – sahutan seakan hidup di suasana pedesaan. Namun kini hilang sudah suasana itu, entah pergi kemana burung – burung itu.

Angin berhembus sepoi – sepoi , daun – daun pohon tempat aku duduk dibawahnya gemerisik seakan saling menyapa .

“ Hai daun…..”
“Hai juga angin……” .
“Suara siapa ya…… “ tanyaku dalam hati

Aku tertegun seakan tak percaya, aku menoleh kekanan dan kekiri siapa gerangan yang berbisik - bisik, barang kali ada orang yang menyapaku. Aku semakin penasaran suara itu masih ada dan makin asyik saja nampaknya yang diperbincangkan. Merinding juga bulu kudukku tidak ada sesiapa disekitarku, namun suara itu terdengar jelas ditelingaku. Aku coba menelisik suara - suara itu, aku arahkan telingaku semakin jelas dan jelas terdengar.

. "Hai apa kabar daun , masih kamu beri juga manusia di bawah itu, kesejukan dan keteduhan, bukankah teman - teman kamu banyak ditebangi, dan dibakar” kata suara itu
“Ya begitulah angin, aku diciptakan memang untuk membuat alam ini sejuk dan tidak panas “ terdengar ada suara jawaban yang intonasinya lebih lembut

Semakin jelas saja suara itu aku dengar, aku tersentak kaget, rupanya daun dan angin yang sedang saling tegur sapa dan membicarakan ulah manusia. Aku diam saja , namun dalam hatiku merasa memang benar apa yang dikatakan daun dan angin itu, memang manusialah yang menebang dan membambat hutan, sehingga banyak hutan – hutan yang tadinya menjadi tempat serapan air dan sumber penghasil oksigen tersebut kini meranggas gundul, hanya rumput dan tumbuhan gulma, yang pasti tidak akan mampu menahan air hujan.

“Kamu baik ya ...meski disakiti , dan ditebangi oleh manusia, kamu tetap menjalankan tugasmu” kata angin memuji daun.

“Namun dengan kepergian teman - temanmu, tiada lagi yang menyapaku dan menghentikan langkahku, ketika aku kesepian ditengah tanah gundul , laju kecepatanku tak ada yang bisa menghentikanku” kata sang angin lagi .

“Aku sudah dengar dari cerita si kumbang, karena laju kecepatanmu terlalu cepat banyak juga teman - temanku yang terluka, patah ranting, dahan bahkan ada juga yang sampai tumbang” kata daun pada angin.

“Banyak juga rumah – rumah manusia yang hancur berserakan karena terjanganmu” kata daun lagi.

“Sebenarnya aku tidak ingin ini terjadi, dulu setiap aku lewat sini, sebelum manusia – manusia menebangimu, aku senang sekali. Teman – temanmu semuanya menyapa , menanyakan kabarku sudah sampai kemana saja aku berkelana” cerita sang angin.

“Dulu aku bisa bermain dan merunduk diantara dahan – dahan dan ranting, bercengkerama dan bergurau sepuasku, menyapa burung , dan hewan – hewan yang tinggal disini” ceritanya lagi.

“Namun sekarang teman – teman itu sudah tiada lagi, tinggal kamu satu – satunya yang tersisa, sebetulnya aku ingin lebih lama bercerita denganmu, namun kawan – kawan ku dibelakang terus mendorongku, semakin berat aku menahannya kalau harus berlama – lama denganmu, nanti kamu bisa tumbang ketika aku harus meninggalkanmu ”

Aku lihat tanaman tempat aku duduk dibawahnya daunnya nampak terdorong kuat, tiupan angin mulai kencang , kencang dan kencang sekali.

“Selamat tinggal daun….sampai jumpa lagi” kata angin.
“Selamat jalan angin….semoga bisa bertemu lagi” balas daun.
Beberapa menit angin di pagi itu kencang sekali, membuyarkan perhatianku pada suara yang aku dengar tadi. Antara percaya dan tidak percaya aku dengan kejadian tadi. Bila benar adanya Sungguh pelajaran yang sangat berharga sekali. Akhirnya akupun pulang meninggalkan pohon rindang itu.

Memang benar jika saya bandingkan dengan kejadian – kejadian alam selama ini, hutan mampu meredam kecepatan angin, menyimpan dan menyerap air hujan. Ketika ada angin kencang bisa berkurang dengan adanya hutan, logikanya angin masuk ke sela – sela pohon sehingga kecepatannyapun berkurang. Ketika musim tiba hutan akan menyerap dan menahan laju air yang turun dan air diserap oleh akar, sehingga banjir tidak terjadi dan air akan dikeluarkan ketika musim kering tiba. Subhanallah sungguh suatu system yang sempurna yang diciptakan oleh Allah Subhanahu Wata’ala.

Tinggal kita mau menjaga kelestariannya atau tidak.

Harapanku tulisan ini bisa menjadi pengingat buat kita semua, untuk selalu menjaga hutan – hutan kita. Tidak menebangi pohonnya sudah merupakan tindakan yang terpuji, apalagi bila kita mau menjaga kelestariannya. Merupakan tindakan nyata upaya penyelamatan bumi dari kerusaka.

Read more ....

Blog Archive